Showing posts with label Learning. Show all posts
Showing posts with label Learning. Show all posts

Tuesday, October 07, 2008

Bergunjing dengan 'cerdik'

Entah kenapa, tiba-tiba aku teringat akan seseorang yang cukup aku kenal, tapi lama tidak kujumpai. Ia adalah kerabat mamaku, namanya tidak perlu aku sebutkan di sini. Mungkin ia juga sedang teringat kepadaku.

Orangnya sebenarnya cukup menyenangkan diajak ngobrol, sayangnya ia senang bergunjing tentang orang lain. Awalnya aku tidak begitu memperhatikan hal tersebut, tapi semakin sering ngobrol dengannya, ada begitu banyak hal tentang orang lain yang tidak perlu kami ketahui, justru kami ketahui secara cukup mendetil. Memang sih yang ia ceritakan itu kadang bukan 'top secret', tapi menurutku, tidak perlu juga harus disebar luaskan. Dan hebatnya lagi, ia melakukannya dengan cara yang cukup cerdik, ia tidak perlu mengatakan terus terang bahwa Si A jahat, atau si B melakukan hal yang memalukan, atau si C hidupnya melarat, tapi melalui kata-katanya, suatu opini dengan sendirinya terbentuk dalam benak kita tentang orang-orang yang digunjingkannya itu. Sejujurnya, perlu bertahun-tahun mengenal orang ini dengan baik, baru aku bisa melihat 'kelebihannya' ini.

Yah, itulah sedikit cerita tentang dirinya, aku sih berharap ia bisa menghentikan kebiasaanya itu, mengingat ia sudah punya beberapa anak dan cucu yang perlu diberi contoh bersikap yang baik.

Sunday, October 05, 2008

Tertipu

Kemarin, masih dalam suasana lebaran, ada hal yang tidak begitu baik terjadi padaku. Aku dan mamaku sedang duduk-duduk di teras rumah kami, saat sebuah mobil mengangkut 2 buah spring bed satu lapis. Kami mobil tersebut sedang mencari alamat tetanggaku yang membeli barang tersebut. Ternyata tidak seperti yang kami duga, si pembawa spring bed tersebut menawarkan spring bed tersebut untuk kami beli. Mereka mengatakan bahwa mereka bekerja di sebuah toko mebel, dan bossnya tidak memberikan uang sebagai THR, tapi memberikan dagangannya, yaitu spring bed tersebut untuk dijual dan uang hasil penjualannya adalah sebagai THR buat mereka. Awalnya kami tidak tertarik, karena kami tidak membutuhkan spring bed baru. Tapi kemudian aku ingat Abang (tunanganku), belum mempunyai tempat tidur di rumah yang akan kami tempati kelak. Awalnya harga yang ditawarkan adalah 800 ribu rupiah. Tapi kami menawar dengan harga 400 ribu rupiah, dan akhirnya kami setuju untuk membayar 500 ribu rupiah. Anehnya, aku sama sekali tidak memeriksa barang yang aku beli tersebut, bahkan menyentuhnya pun tidak. Setelah orang-orang tersebut pergi, baru aku perhatikan bahwa ukuran tempat tidur tersebut kecil, lebarnya tidak lebih dari 1.4 m, dan panjangnya kurang dari 2 m.
Kesimpulannya, aku tertipu. Kecewa? Tentunya iya.
Tapi aku pikir tidak ada gunanya meratapi uang yang sudah melayang tersebut, tapi dari pada tempat tidur tersebut tidak terpakai karena menurut Abang bisa jebol dalam waktu 2-3 bulan jika ditiduri oleh orang dewasa, maka aku memutuskan untuk memberikannya kepada tetanggaku yang masih anak-anak, sebagai amal. Semoga Allah bersedia menerima amalku, dan semoga tempat tidur bermanfaat dan bisa menyenangkan hati anak tetanggaku itu.
Lalu bagaimana dengan 'para penipu' itu? Sungguh mereka bukanlah urusanku. Tanggung jawab mereka adalah kepada Allah, bukan kepadaku.

Tuesday, August 14, 2007

KeLiNCi DaN KuRa-KuRa

Sebagian dari kamu pasti masih inget fabel ini. Kalo gak dari buku cerita, mungkin ortu kalian yang dongengin cerita ini sebelum kalian bobo.

Alkisah di sebuah hutan, hiduplah si Kelinci dan si Kura-kura, gak sendirian tentunya, ada juga binatang-binatang yang lain. Si Kelinci sering kali ngejek si Kura-kura, "Lelet banget sih lo... Jalan kok gak nyampe-nyampe... Keburu tua di jalan lo...", dan sebagainya. Hal ini bikin si Kura-kura ingin membuktikan bahwa dia gak selemah itu, maka ia nantang si Kelinci untuk lomba lari. Gak masuk akal kan? Udah jelas Kelinci larinya lumayan cepet, tapi si Kura-kura yakin banget, dia bakal mengerahkan segenap kemampuan, whatever it takes, untuk ngalahin si Kelinci.

Pada hari yang ditentukan, seluruh penghuni hutan hadir untuk nonton perlombaan itu. Begitu dimulai, Kelinci langsung lari cepet, dan dalam sekejap udah ilang dari pandangan si Kura-kura. Sementara itu, si Kura-kura memulai perlombaan itu dengan langkah-langkah lambat, dan biarpun si Kelinci udah gak keliatan, si Kura-kura tetep jalan menuju finish.

Sementara itu, si Kelinci yang ngerasa udah ninggalin si Kura-kura jauh di belakang, jadi tergoda buat istirahat sejenak, toh si Kura-kura jalannya lelet, gak mungkin bisa ngejar dia. Tapi apa yang terjadi? Si Kelinci ketiduran, dan si Kura-kura dengan langkah-langkah lambatnya melewatinya, dan sampe di garis finish duluan.

Tadinya aku pikir itu sekedar cerita aja, tapi seseorang yang namanya Mr. PA menjabarkan moral penting tentang leadership dari cerita itu.

Seorang pemimpin sejati, bisa memimpin dirinya sendiri. Si Kura-kura ngasih contoh penting ke kita tentang leadership. Begitu perlombaan dimulai, dan si Kelinci lari ninggalin si Kura-kura, si Kura-kura gak lantas nyerah atau berpikir mungkin sia-sia aja nyelesaiin perlombaan itu. Dia tetep jalan walau lambat, menuju finish, menyelesaikan apa yang udah dimulainya. Dengan segala keterbatasannya, dia konsisten terhadap apa yang udah dia putuskan. Dia tau garis finishnya, dan gak akan berenti sebelum mencapai garis tujuannya itu.

Sejujurnya, masalah konsistensi itu adalah salah satu kelemahanku. Aku sering kali memulai sesuatu tanpa menyelesaikannya sampe tuntas. Mudah-mudahan belum terlambat untuk belajar mendisiplinkan diri, konsisten menyelesaikan segala yang udah aku mulai.

Monday, August 13, 2007

aNYTHiNG iS PoSSiBLe

Sejak Jum'at sampe Minggu, aku ikutan pertemuan yang menarik banget. Pembicara utamanya dari Australia, namanya Angie Sommers. Menurut aku, dia adalah orang yang luar biasa! Angie berasal dari keluarga biasa-biasa aja, ibunya keturunan Jerman yang bercerai dari ayah Angie, jadi sejak kecil Angie tinggal bersama ibunya dan ayah tirinya. Keluarga itu jauh dari modern. Angie tumbuh sebagai anak yang rendah kepercayaan dirinya.

Latar belakang pendidikan Angie gak istimewa, dan perjalanan kariernya juga begitu, dulu dia hanyalah seorang sekretaris, yang gak punya bayangan, seperti apa masa depannya kelak. Tapi sekarang dia adalah seorang business woman kelas dunia, yang bisnisnya besar sekali, tersebar di beberapa negara. Di usianya yang relatif muda, belum 40 tahun, Angie sudah bisa menikmati gaya hidup yang luar biasa, dikelilingi kemewahan, bepergian dengan first class di setiap penerbangan, dan dikelilingi orang-orang yang menyayanginya. Buat aku, that is lifestyle!!!

Kenapa Angie bisa begitu sukses? Ini yang menarik. Dia berpegang pada satu pepatah yang mengatakan, "Your past is not your future", jadi seperti apapun masa lalu kita, gak ada hubungannya dengan masa depan kita, sejauh kita tau masa depan seperti apa yang kita inginkan. Kita bisa jadi seperti apa saja yang kita inginkan, anything is possible! Kuncinya, jangan pernah berenti belajar dan bertumbuh. Dan yakinlah selalu bahwa diri kita mempunyai value, mempunyai nilai, kita berharga. Kemarin Angie memberi perumpamaan, diri kita seperti selembar uang 100 dollar Australia. Dia tanya, "Apa anda menginginkan ini?" sambil memperlihatkan uang itu. Tentu saja semua audience bilang"Mauuuuu!!!" Terus, uang itu dia kepel sampe lecek, abis itu diinjek sampe gepeng, trus dia cemplungin ke dalam air minumannya! Abis itu, dia tanya lagi, "Apa anda masih menginginkan ini?" Dan semua orang tentunya bilang "Mauuuu!!!", secara kita tau itu uang 100 dollar. Angie bilang, "Kenapa masih mau, padahal benda ini jelak, lecek dan basah? Karena anda tau nilainya, ini uang 100 dollar. Begitu juga kita seharusnya menilai diri kita, tidak penting apakah ada orang-orang yang menghina kita, memandang rendah kita, tapi kita harus sadar bahwa diri kita berharga, kita mempunyai nilai yang besar, dan gak ada siapa pun yang bisa mengubahnya. Kitalah pemilik masa depan kita, kita yang tentukan, bukan orang lain..."

Impian Angie adalah membahagiakan ibunya dan keluarganya, dan juga dia ingin memiliki hidup yang kategorinya "Great life", dan dia dapatkan itu semua.

Kesuksesan bisa dipelajari, hanya masalah waktu dan kemauan, anything is possible.

Friday, August 03, 2007

THe RaRe ReaL GeNTLeMaN

"Thank you...!" Kata-kata itu sederhana banget sebetulnya, tapi kalo diucapkan dengan tulus, sensasi bagi pendengarnya asli beda banget! Aku sebagai si pendengar, tadi sampe agak terperangah juga, dan yang terpenting, aku merasa bener-bener dihargai!

Satu hal penting aku pelajari tadi pagi, 'thank you' is not simply 'thank you'. Seorang tamu kantor dari affiliate tadi pagi memerlukan bantuanku. Setelah aku memberinya bantuan kecil itu, sang tamu itu, sebut saja Mr. J, mengatakan 'thank you' dengan senyum tulus dan mata yang berbinar-binar, dan efek dari sikap itu, aku merasa bahwa bantuan kecilku itu sangat dihargai. Emang sih Mr. J ini keren juga :") tapi jujur aja bukan itu yang menyita perhatianku, tapi sikapnya yang menunjukkan bahwa beliau adalah the real gentleman.

Aku jadi inget sebagian lirik lagu Englishman In New York; "Gentleness so brightly are rare in this society, at night a candle's brighter than the sun...".

Tuesday, July 03, 2007

MeNYiKaPi MaSa LaLu

Masa lalu adalah bagian dari hidup kita yang, suka atau tidak, tidak bisa lagi kita ubah, meskipun ada bagian dari masa lalu kita itu yang kita anggap buruk, dan kita berharap tidak pernah mengalaminya. Tapi kita punya hal yang lebih berharga, yang bisa membuat kita bertumbuh dan berkembang, yang namanya 'pilihan'. Ya, pilihan dengan cara bagaimana kita menyikapi masa lalu -yang menurut kita buruk- tersebut.
Masa lalu buruk bisa menjadi penghalang langkah kita untuk maju jika kita menganggapnya demikian, karena pada intinya, sikap kita sangat dikendalikan oleh pikiran kita. Masa lalu buruk tersebut bisa menyebabkan ketakutan, trauma, kecurigaan berlebihan, rasa rendah diri, dan mungkin masih banyak lagi hal negatif lainnya.
Tapi jika yang kita lakukan adalah sebaliknya, dengan mensyukuri masa lalu buruk tersebut sebagai pengalaman berharga, dan menerimanya sebagai bagian dari hidup kita, maka hasilnya akan sangat berbeda. Dari pelajaran itu insya Allah kita jadi pribadi yang lebih matang, lebih memahami, dan lebih banyak bersyukur karena diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi. Baik itu tidak pernah ada batasnya, kita selalu bisa menjadi lebih baik setiap harinya, batasnya adalah langit.

Thursday, February 01, 2007

HaRDWoRK NeVeR FRuiTLeSS

Started with hard pressure before, loosing my spare time, learn & learn, exhausted days, now I can smile, knowing that I improved a lot. On the annual job evaluation with my boss today, I got "Exceed Expectations" for my role as Sales Support and Project Support. And for my role as Marketing Support, I got "Outstanding"! I'm glad that I dare to work hard, and should think of salary increase! ;)

Wednesday, January 31, 2007

Jan 31, 2007

It was raining when I left for work this morning. Riding on bike under the rain, I was thinking, if I can work this hard for someone else's dream, I should've done more for my own dreams...

Thursday, June 22, 2006

TeRNYaTa MeNYeNaNGKaN...

Dari tadi pagi udah sakit perut saking nervousnya mikirin pergi ke SL Suppliers Gathering, bingung, takut di sana nanti bengong sendirian don't know what to do or what to say...
Akhirnya, aku putuskan untuk lakukan aja, gak usah terlalu dipikirin, ngikut aja ama CO...
Jam 9 teng aku berangkat dari kantor menuju Raffles Hills, lokasi Stamford Activity Club, tempat acara itu diadakan. CO udah berangkat duluan dari rumah, jadi kita janjian ketemu langsung di sana. Aku dianter Camry barunya JL, asik juga, aku sampe mikir, enak kali ya jadi boss... :)
Jam 9.30 aku sampe di tempat, CO udah nyampe duluan, di pintu masuk aku udah disambut ama beberapa orang SL, say hi, nanya kabar, sebagian dari mereka aku udah pernah bicara via telepon. Sampe dalem, CO melambai dari jauh liat aku celingukan nyariin dia, thank God... Terus aku duduk di sampingnya, di meja itu ada juga beberapa orang dari supplier lain. Terus kita ambil kopi, di sana ketemu pak S, Techinical Director PT. SL. Aku ngikut aja apa yg dilakukan CO, salaman, tukeran name card, nanya2 sedikit seputar perusahaan, basi sih emang, tapi asik juga kok, pengalaman baru gitu... Gak lama ada orang dari competitor, kami duduk satu meja, ngobrol2 juga, pokoknya selalu salaman, tukeran name card, terus ngobrol2 sedikit. Untung aja JL udah kasih tau aku utk bawa name card...
Sekitar jam 10.30, acara dimulai. Ada presentasi mengenai company profile PT. SL dan juga produk2nya, ada speech dari beberapa top manager dan ada juga pembagian award.
Jam 12 acara selesai, dilanjutkan dengan makan siang, standing party, makanannya enak, CO sampe bilang, "Actually I'm on diet, but just can't help it, very delicious!" Aku bilang aja, "It's OK Pak, diet is free on Thursday anyway." :)
Selesai makan, dilanjutkan lagi beramah tamahnya. Yang bikin aku seneng, aku berhasil ketemu Marketing Directornya, Bu MCM, dan sempet bicara soal salah satu submission penting, dan dapet jadwal appointment untuk besok, padahal tadinya sekertarisnya bilang, jadwal full sampe akhir Juni. Padahal, untuk submission bl Juli jelas telat banget.
Well, kesimpulannya, I really enjoy the gathering, belajar hal baru, dan yang paling penting, mengalahkan ketakutan. Emang sih sering kali rasa takut jauh lebih besar dari hal yang kita takutkan :) Dan asiknya lagi, aku nyobain jadi boss, biarpun cuma 1 hari. Pergi & pulang dianter supir pake Camry baru, menghadiri acara yang isinya cuma boss-boss, dan bisa ikutan sedikit bergaya ala boss (ikutan CO) hehehe... It was cool, really...

Friday, June 09, 2006

BaCK To WoRK

Today is my first day back to work after sick leave since June 1. I thought going to work is boring but believe me staying at home with your poor health is much much more boring...!
Glad to be back to my desk that looks like disaster with my pending works :)

Monday, May 22, 2006

SiMiLiKiTi

It was interesting hearing Pak Tejo spoke about 'Similikiti' yesterday. Similikiti was an old poor car, the condition was so poor that it makes people loved to make it as a joke that for Pak Tejo was a humiliation. Pak Tejo was retired from his profession as a lecturer, he was typical Javanese gentleman whose pride was easily irritated. Pak Tejo loved Similikiti, but at the same time, it was his nightmare. The nightmare that woke him up to see how his life should be.
I think it's good for us to find our 'Similikiti', our nightmare, but, like Pak Tejo did, see it from the right point of view. It will be your power, your hot button to set the condition as you want it to be, and to make your dreams come true.

Friday, January 13, 2006

MeNJaDi PeNYeiMBaNG

Salah satu sifat manusia adalah ingin disetujui. Manusia akan senang jika pendapatnya mendapat persetujuan dari manusia lain, dan itu bukan suatu masalah. Yang jadi masalah, sifat itu membuat kita sebagai manusia sering kali memaksa orang lain untuk menyetujui pendapat kita atau melakukan apa yang kita minta. Dan akan lebih parah lagi jika kita melakukan hal itu terhadap orang-orang yang kita sayangi, misalnya keluarga, pasangan atau teman-teman.
Coba kita ingat, berapa kali dalam sehari kita mengomel atau menggerutu, bahwa orang-orang yang kita sayangi itu tidak berlaku sebagaimana mestinya (menurut kita). Apalagi kepada pasangan, betapa besar tuntutan kita kepadanya, kurang sabar lah, terlalu sabar lah, terlalu alakadarnya lah, kurang jaga image lah, kurang semangat, terlalu semangat, dan lain sebagainya.
Sekali waktu, cobalah melihat dari sisi lain, dari sisi positif. Memang bukan hal mudah, tapi bukan tidak mungkin dilakukan.
Ketika kita merasa si dia kurang sabar misalnya, cobalah lihat dari sisi baiknya. Mungkin dia bukan kurang sabar, hanya saja, dia orang yang sangat fokus pada apa yang ditujunya, sehingga terkesan agak keras dan kurang sabar. Padahal mungkin itu dia lakukan untuk kebahagiaan kita juga.
Atau, ketika kita merasa si dia terlalu sabar misalnya, cobalah lihat dari sisi baiknya, jangan dilihat bahwa ia kurang bersemangat. Kesabaran itu tidak bisa dipaksakan dan sulit untuk dipelajari, kesabaran adalah karunia yang Tuhan berikan, kesabaran jika diimbangi dengan kemauan yang keras, bisa menjadi senjata untuk meraih apa pun.
Kalau saja kita mau berusaha sedikit menjadi 'penyeimbang', kita bisa menjadi 'team' yang solid. Berusahalah menjadi 'penambal' dari kekurangannya; jadilah 'peredam' bagi 'si kurang sabar' dan jadilah 'penyemangat' bagi 'si terlalu sabar'. Jadilah 'murid' bagi si 'terlalu pintar' dan jadilah 'guru' bagi si 'kurang pintar'. Perlihatkan pada si 'terlalu jaim' bahwa hidup ini bisa lebih dinikmati andai dia bisa sedikit relax dan low profile, dan tunjukkan pada 'si selebor' caranya meningkatkan postur diri.
Dan menjadi penyeimbang tidak terasa terlalu sulit kalau kita bisa memandang 'kekurangannya' itu dari sisi positif, apa pun kekurangannya itu.

Monday, November 21, 2005

ADViCe

Giving advice is an easy thing, but receiving advice is another thing. I read a lot of books, and these days I'm very interested in the books of people skill because I find it interesting to understand people, it gives me more patience and sensitivity to others. And, sharing the things I got from the books with my friends is the thing I really like. I like discussion, and I like helping them to find a way out of their problems. Sounds good, isn't it? But it's not that good, knowing that I give a lot of advices to my friends while I less listen to my own words! I open my mouth but close my ears from my own advice! Isn't that bad? Indeed, it is.
But, I'm not going to leave it that way, I have to change. My advice aren't too bad, are they? :) So now I listen more to my advice and of course I'm open to the other's advice. And I'm trying to implement it to my life, now that sounds a lot better, right? ;)
Life's good, enjoy it!

Friday, September 30, 2005

KiTa YaNG SeNaNG MeNGeLuH

Rasanya kita semua tidak kenal dengan orang yang bernama Jean-Dominique Bauby, kecuali anda perempuan dan berbahasa Perancis atau suka membaca majalah Elle. Ia pemimpin redaksi Elle. Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang 'ditulisnya' secara sangat istimewa dan diberinya judul Le Scaphandre et le Papillon (The Diving Bell and the Butterfly).
Tahun 1995 ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut 'locked-in syndrome', kelumpuhan total yang disebutnya 'seperti pikiran di dalam botol'. Memang dia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah caranya berkomunikasi dengan para perawatnya, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya. Mereka menunjukkan huruf demi huruf dan Jean akan berkedip bila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. "Bukan main", kata Anda. Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita disuruh 'menulis' dengan cara Jean, barangkali kita harus menangis dulu berhari-hari. Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal 3 hari setelah bukunya diterbitkan. Jadi, "Berapapun problem dan stress dan beban hidup kita semua, hampir tak ada artinya dibandingkan dengan Jean!" Apa yang ditulisnya di memoar itu? "I would be the happiest man in the world if I could just properly swallow the saliva that permanently invades my mouth". Bayangkan, menelan ludah pun ia tak mampu. Kita bahkan senantiasa mengeluh, setiap hari, sepanjang tahun. We are the constant whiners. Apa lagi yang dikerjakan Jean di dalam kelumpuhan totalnya selain menulis buku? Ia mendirikan suatu asosiasi penderita 'locked-in syndrome' untuk membantu keluarga penderita. Ia juga menjadi 'bintang film' alias memegang peran di dalam suatu film yang dibuat TV Perancis yang menceritakan kisahnya.
Ia merencanakan buku lainnya setelah ia selesai menulis yang pertama. Pokoknya ia hidup seperti yang dikehendaki Penciptanya, 'to celebrate life', to do something good for others. Jadi, betapapun kemelutnya keadaan kita saat ini, mereka yang sedang stress berat, mereka yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan orang lain atau anggota keluarga, mereka yang sedang tidak bahagia karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, mereka yang jalannya masih terpincang-pincang karena baru saja terinjak paku, mereka yang sedang di-PHK, saya yakin kita masih bisa menelan ludah. Semoga kita semua tidak terus menjadi whiner - pengeluh abadi - manusia yang sukar puas. Kata orang bijak, 'think and thank', berpikirlah dan kemudian bersyukurlah.

Dikutip dari Buletin Inisiatif IFF - edisi September 2005